Selasa, 02 November 2010

SMAW


Rabu, 03 november 2010

Syamsu rijal, A.Md,.Prod.S.Pd

PENGELASAN SMAW

PENGELASAN SMAW
SMAW merupakan suatu teknik pengelasan dengan menggunakan arus listrik berbentuk busur arus dan elektroda berselaput. Tipe-tipe lain dari pengelasan dengan busur arus listrik adalah submerged arc welding SAW, gas metal arc welding GMAW-MIG, gas tungsten arc welding G  dan plasmaarc. Didalam pengelasan SMAW ini terjadi gas penyelimut ketika elektroda terselaput itu mencair, sehingga dalam proses ini tidak diperlukan tekanan/pressure gas inert untuk mengusir oksigen atau udara yang dapat menyebabkan korosi atau gelembung-gelembung didalam hasil las-lasan. Prose pengelasan terjadi karena arus listrik yang mengalir diantara elektroda dan bahan las membentuk panas sehingga dapat mencapai 3000 oC, sehingga membuat elektroda dan bahan yang akan dilas mencair. Berdasarkan jenis arus-nya, pengelasan ini dibagi atas arus AC dan DC, dimana arus DC dibedakan atas Straight polarity- polaritas langsung dan Reverse polarity - polaritas terbalik. Sedang mesin lasnya terbagi atas dua jenis yaitu constant current - arus tetap dan constant voltage - tegangan tetap, dimanapada setiap pengelasan busur arus listrik jika terjadi busur yang membesar akan menurunkan arus dan menaikkan tegangan serta pada busur yang memendek akan meningkatkan arus dan menurunkan tegangan.
Untuk mendapatkan pengelasan yang baik harus :
  •   menggunakan elektroda yang tepat
  • jenis arus yang tepat
  • jenis polaritas yang tepat untuk arus DC
  • hindari gerakan pengelasan kiri kanan selama mengelas
  • bentuk busur arus yang pendek,  lakukan pengelasan secara mantap dan teratur
  • laju pengelasan yang sesuai dengan kecepatan elektroda yang mencair.
Masalah-masalah yang sering timbul pada pengelasan busur arus adalah :
  1. elektrode membeku / pengelasan terhenti
  2. bentuk kampuh las yang jelek
  3. busur arus las yang jelek karena mengembang
  4. Sedang selaput elektrode / fluks umumnya terbuat dariserat
    kayu/sellulosa
  5. titanium oksida
  6. titanium +  senyawa basa
  7. Mn + Fe + Si
  8. Besi oksida
  9. CaCO3, yang akan membentuk jebnis-jenis elektrode berupa type : E, R, ER, EC, EW, B, RB, RG dan F.
Pemilihan elektrode ini berdasarkan :
  •    sifat dari bahan yang akan dilas
  • posisi pengelasan
  • type sambungan
  • jumlah pengelasan
  • kerapatan sambungan pengelasan
  • jenis arus yang tersedia.
  •  
Mesin las AC
Mesin listrik diklasifikasikan mesin las AC dan mesin las DC, mesin las AC biasanya berupa trafo las, sedangkam mesin las DC selain trafo yang dilengkapi dengan rectifier atau diode ( Perubah arus bolak balik menjadi arus searah ) biasanya menggunakan motor penggerak baik mesin disel atau motor bensin dan motor listrik. Mesin las AC yang menggunakan transformator atau trafo las.
Saat ini banyak digunakan mesin las DC karena DC mempunyai
beberapa kelebihan dari pada mesin las AC, seperti misalnya busur stabil,
polaritas dapat diatur.
Las DCSP ( Direct Current Straight Polarity ) atau Las Polaritas Lurus.
Apabila material dasar atau material yang akan dilas disambungkan dengan kutup positip ( + ) dan elektrodenya disambungkan dengan kutup negatif ( - ) pada mesin las DC maka cara ini disebut pengelasan polaritas lurus atau DCSP.

Dengan cara ini busur listrik bergerak dari elektrode ke material dasar sehingga tumbukan elektron berada di material dasar yang berakibat 2/3 panas berada di material dasar dan 1/3 panas berada di elektroda. Cara ini akan menghasilkan pencairan material dasar lebih banyak dibanding elektrodenya sehingga hasil las mempunyai penetrasi yang dalam, sehingga baik digunakan pada pengelasan yang lambat serta manik las yang sempit dan untuk pelat yang tebal. Las DCRP ( Direct Current Reversed Polarity) atau Las Polaritas balik. Dengan proses pengelasan cara ini material dasar disambungkan dengan kutup negatip ( - ) dan elektrodenya disambungkan dengan kutup positif ( + ) dari mesin las DC, dan disebut DCRP sehingga busur listrik bergerak dari material dasar ke elektrode dan tumbukan elektron berada di elektrode yang berakibat 2/3 panas berada di elektroda dan 1/3 panas berada di material dasar.
Cara ini akan menghasilkan pencairan elektrode lebih banyak sehingga hasil las mempunyai penetrasi dangkal, serta baik digunakan pada pengelasan pelat tipis dengan manik las yang lebar.
Pengelasan Las AC ( Alternating current ) atau Las Arus bolak balik Las listrik arus bolak balik tidak ada kutup positip dan negatip ( dua duanya sama ) oleh sebab itu maka penyambungannya dibolak balik hasilnya tetap sama. Masing masing kutup akan menerima panas 50 % dan akibatnya terjadi penetrasi normal .
Elektrode las
Sebagian besar elektrode las SMAW dilapisi oleh lapisan flux, yang berfungsi sebagai pembentuk gas yang melindungi cairan logam dari kontaminasi udara sekelilingnya. Selain itu fluk berguna juga untuk membentuk terak las yang juga berfungsi melindungi cairan las dari udara sekelilingnya. Lapisan elektrode ini merupakan campuran kimia yang komposisisnya sesuai dengan kebutuhan pengelasan. Menurut AWS (American Welding Society ) elektrode diklasifikasikan dengan huruf E dan diikuti empat atau lima digit sebagai berikut E xxxx (x) . Dua digit yang pertama atau tiga digit menunjukan kuat tarik hasil las tiga digit menunjukan
kuat tarik lebih dari 100.000 psi sedangkan dua digit menunjukan kuat tarik hasil lasan kurang dari 100.000 psi. Sebagai contoh elektrode E 6013 mempunyai kuat tarik 60.000 psi (42 Kg/mm2 ). Sedangkan angka digit ketiga atau keempat bagi yang kuat tariknya lebih besar 100.000 psi ( 70 Kg/mm2 ) digit selanjutnya menujukan posisi pengelasan, apabila angkanya 1 berarti untuk segala posisi.pengelasan, angka 2 berarti las datar atau horizonta l dan angka 3 menunjukan untuk pengelasan datar saja. Digit yang terakhir menunjukan jenis dari campuran kimia dari lapisan elektrode.

SMAW

Selasa, 19 Oktober 2010

rencana pelaksaana pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Identitas
Nama Sekolah        : MAN 1 Watampone
Mata Pelajaran       : Keterampilan Pengelasan
Kelas/Semester       : XII/1
Pertemuan ke          : ......
Standar Kompetensi    : Penerapan Teknologi Las
Kompetensi Dasar       : 1. Memahami proses pengelasan SMAW
                                     2. Memahami pengelasan busur listrik elektroda terbungkus
Indikaror                     : 1. Menentukan peramater las yang digunakan
                                     2. Melakukan pengelasan dengan posisi 1G, 2 G, 3 G, 4 G
Alokasi Waktu            : 2 X 45 menit

Proses pendidikan formal memiliki keterbatasan waktu, sehingga waktu menjadi unsur yang menentukan berapa lama suatu mata pelajaran harus di-pelajari. Hal ini berimplikasi terhadap penentuan seberapa luas dan seberapa dalam suatu materi pelajaran harus diberikan sesuai dengan alokasi waktu yang ada.
Sebagaimana yang tertera dalam lampiran Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, ditetapkan lamanya waktu untuk mempelajari setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan seperti tertera dalam tabel  di bawah ini.
 
Satuan Pendidikan    Kelas    Satu jam pembelajaran tatap muka (menit)    Jumlah jam pembelajaran per minggu    Minggu efektif
per tahun ajaran
       
SMA/MA/SMALB    X – XII    45    38-39    34-38    

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :
Mengetahui parameter pengelasan
Mengetahui jarak kampuh
Mengetahui kuat arus
Mengetahui kecepatan pengelasan
Memahami jenis sambungan, bentuk kampuh Tegangan dan posisi pengelasan

Materi pembelajaran

Pengelasan SMAW
Teknik pengelasan posisi / las SMAW
Gambar : Rangkaian mesin las SMAW

Proses pengelasan adalah dengan pengelasan cair

 
dimana sambungan dipanaskan sampai mencair
dengan sumber panas dari busur listrik atau
semburan api gas yang terbakar. Cara
melakukan pengelasan SMAW yang dipergunakan
adalah klasifikasi las busur listrik dengan
menggunakan elektroda terbungkus yaitu pengelasan
menggunakan kawat elektoda logam terbungkus fluks.
Di dalam pengelasan SMAW hal yang penting adalah
bahan fluks dan jenis listrik yang digunakan.
Untuk mendapatkan hasil lasan SMAW yang baik
maka diperlukan parameter pengelasan yang tepat
meliputi jarak kampuh, kuat arus, dan kecepatan pengelasan.


Metode Pembelajaran

Ceramah
Demonstrasi
Tugas
Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan Partisipatif (curah pendapat, pleno, penugasan, studi kasus, dll).
Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu.


Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan awal
Apersepsi mengenai proses las SMAW
Kegiatan Inti
Memahami proses las SMAW
Memahami fungsi dan sifat-sifat mesin las (kelistrikan, dutycycle, arus konstan,    kabel, keuntungan dan kerugian)
Memahami fungsi, jenis, standarisasi serta lingkup penggunaan elektroda terbungkus
Memahami fungsi dan macam elektroda

Kegiatan akhir
Melakukan tanya jawab mengenai las jenis SMAW
Memberikan penilaian

Alat, Bahan dan Sumber Belajar
Bagan atau Flow Chart                OHP Gambar Proyektor
Buku manual                    Buku Bahan Ajar        
Prototipe Komponen                Sumber lain
Sri Widharto, Petunjuk Kerja Las 2008, Pradnya Paramita, Jakarta. Cetakan 7

Penilaian
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut.
 
No.    Aspek    Persentase (%)       
1    Tugas Harian    10       
2    Ujian Tengah Semester    30       
3    Ujian Akhir Semester    40       
4    Presensi    20       
JUMLAH    100       
                                 Perolehan Skor                   
Nilai akhir =    ------------------------    X    Skor Ideal (100)    =   .  .  .       
                          Skor Maksimum (100)                




Mengetahui                            .........................,,........2010
Kepala Madrasah                        Pengampuh Mata Pelajaran


    
Drs. Nawawi Rasyid                    Syamsu Rijal, SP.d
NIP. 195303111981031002        NIP........................

taman baca: RPP

taman baca: RPP

RPP

  • RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
  • (RPP)
  • Identitas
  • Nama Sekolah                 : MAN 1 Watampone
  • Mata Pelajaran                : Keterampilan Pengelasan
  • Kelas/Semester               : XII/1
  • Pertemuan ke                  : ......
  • Standar Kompetensi    : Arus Listrik
  • Kompetensi Dasar        : Mengetahui jenis-jenis arus listrik yang ada
  • Indikaror                         : 1. Menjelaskan jenis-jenis arus
  •                                                 2. Menentukan jenis arus
  •                                                3. Menyebutkan jenis-jenis polaritas
  •                                                4. Mendeskripsikan jenis-jenis polaritas
  •                                                 5. Mengetahui penggunaan tegangan yang          diperlukan oleh mesin las
  •                                                6. Menyebutkan keuntungan masing-masing penggunaan arus
  • Alokasi Waktu                 : 2 X 45 menit
  • Proses pendidikan formal memiliki keterbatasan waktu, sehingga waktu menjadi unsur yang menentukan berapa lama suatu mata pelajaran harus di-pelajari. Hal ini berimplikasi terhadap penentuan seberapa luas dan seberapa dalam suatu materi pelajaran harus diberikan sesuai dengan alokasi waktu yang ada.
  • Sebagaimana yang tertera dalam lampiran Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, ditetapkan lamanya waktu untuk mempelajari setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan seperti tertera dalam tabel  di bawah ini.
  •  
  • Satuan Pendidikan    Kelas    Satu jam pembelajaran tatap muka (menit)    Jumlah jam pembelajaran per minggu    Minggu efektif
  • per tahun ajaran
  •        
  • SMA/MA/SMALB    X – XII    45    38-39    34-38    
  • Tujuan Pembelajaran
  • Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :
  • Mengetahui jenis-jenis arus yang ada dalam pengelasan
  • Mengetahui jenis polaritas
  • Mengetahui sumber tegangan terhadap penggunaan pengelasan
  • Memahami kaitan arus listrik dalam menentukan polaritas
  • Memahami keuntungan masing-masing jenis arus yang terjadi dalam pengelasan
  • Materi pembelajaran
  • Jenis-jenis arus listrik
  • Polaritas pengelasan
  • Dalam pengelasan dengan mempergunakan busur nyala listrik sebagai sumber panas, arus listrik yang dipergunakan dapat berupa arus bolak-balik (AC), dan arus searah (DC). Dalam hal arus bolak-balik tidak terdapat masalah mengenai polaritas, namun hal pemakaian arus searah maka polaritas harus benar-benar diperhatikan sebelum memulai pengelasan sebab pemakaian yang berlawanan akan mengakibatkan buruknya hasil pengelasan.
  • Tedapat dua jenis polaritas : Polaritas lurus (Straight Polarity)/DCSP, yakni tangkai las dihubungkan dengan kutub negatif sebesar 1/3 panas yang dialirkan ke elektroda, kelam las dihubungkan dengan kutub positif sebesar 2/3 panas dialirkan ke benda kerja. Kedua Polaritas Terbalik (Reverse Polarity)/DCRP, yakni Tangkai las dihubungkan dengan kutub positif sebesar 2/3 panas yang dialirkan ke elektroda. Kelam las dihubungkan dengan kutub negatif sebesar 1/3 panas dialirkan ke benda kerja.
  • Metode Pembelajaran
  • Ceramah
  • Demonstrasi
  • Tugas
  • Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan Partisipatif (curah pendapat, pleno, penugasan, studi kasus, dll).
  • Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu.
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Kegiatan awal
  • Apersepsi mengenai aus listrik dan polaritas
  • Kegiatan Inti
  • Menjelaskan tentang jenis-jenis arus
  • Memberikan informasi tentang penggunaan arus
  • Mendemostrasikan cara menentukan polaritas
  • Kegiatan akhir
  • Melakukan tanya jawab mengenai arus dan polaritas
  • Memberikan penilaian
  • Alat, Bahan dan Sumber Belajar
  • Bagan atau Flow Chart                OHP Gambar Proyektor
  • Buku manual                    Buku Bahan Ajar        
  • Prototipe Komponen                Sumber lain
  • Sri Widharto, Petunjuk Kerja Las 2008, Pradnya Paramita, Jakarta. Cetakan 7
  • Penilaian
  • Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut.
  •  
  • No.    Aspek    Persentase (%)       
  • 1    Tugas Harian    10       
  • 2    Ujian Tengah Semester    30       
  • 3    Ujian Akhir Semester    40       
  • 4    Presensi    20       
  • JUMLAH    100       
  •     Perolehan Skor                   
  • Nilai akhir =    ------------------------    X    Skor Ideal (100)    =   .  .  .       
  •     Skor Maksimum (100)                
  • Mengetahui                            .........................,,.............2010
  • Kepala Madrasah                        Pengampuh Mata Pelajaran
  •     
  • Drs. Nawawi Rasyid                    Syamsu Rijal, S.Pd
  • NIP. 195303111981031002       NIP.  .....................












SILABUS DASAR KOMPETENSI KETERAMPILAN PENGELASAN NAMA SEKOLAH : MAN 1 WATAMPONE MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN PENGELASAN KELAS / SEMESTER :

SILABUS DASAR KOMPETENSI KETERAMPILAN PENGELASAN

NAMA SEKOLAH : MAN 1 WATAMPONE
MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN PENGELASAN
KELAS / SEMESTER : XII / 1
STANDAR KOMPETENSI : LAS BUSUR LISTRIK
ALOKASI WAKTU : -



KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN ALOKASI WAKTU ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR
1 2 3 4 5 6 7
1.1. Mengetahui sejarah dan perkembangan teknologi pengelasan



v1 Menjelaskan ruang lingkup dan defenisi pengelasan
v2 Mengetahui sejarah pengelasan
v3 Menjelaskan penggunaan dan perkembangan teknologi las

v4 Ruang lingkup dan defenisi pengelasan
v5 Sejarah pengelasan
v6 Penggunaan dan perkembangan teknologi las
v7 Memahami ruang lingkup, sejarah dan defenisi pengelasan
v8 Mendeskripsikan penggunaan dan pekembangan teknologi las v9 Tes tertulis
v10 Tes lisan

v11 Penugasan

1.2. Mengetahui Prinsip Las busur listrik
v12 Menjelaskan proses timbulnya busur listrik
v13 Menjelaskan proses penciptaan busur
v14 Mengetahui efek magnet pada busur
v15 Mengetahui sumber arus yang dipakai v16 Teori tentang busur listrik
v17 Penciptaan busur
v18 Efek magnet pada busur
v19 Sumber arus listrik v20 Memahami tentang busur listrik yang ditimbulkan saat pengelasan
v21 Memahami penciptaan busur yg terjadi dan efek dari magnet terhadap busur listrik
v22 Mengetahui sumber arus yang digunakan v23 Tes tertulis
v24 Tes lisan
v25 Penugasan

1.3. Mengetahui proses las busur listrik v26 Mengetahui jenis-jenis proses las busur listrik dilingkungan industri pengelasan v27 SMAW (Shielded Metal Arc Wellding)
v28 SAW (Submerged Arc Welding)
v29 GTAW (Gas Shielded Arc Welding)
v30 GMAW (Gas Metal Arc Welding) v31 Mengetahui fungsi dan aplikasi jenis pengelasan SMAW, SAW, GTAW, GMAW.
v32 Memahami penggunaan pengelasan SMAW, SAW, GTAW, GMAW, di dunia industri pengelasan v33 Tes tertulis
v34 Tes lisan
v35 Penugasan

1.4. Mengetahui jenis kawat las (Weldeing consumables) v36 Mengetahui jenis kawat las busur listrik pelingdung gas.
v37 Memahami penggunaan elektroda terbungkus pengelasan jenis tertentu v38 Elektroda terbungkus (Covered Electrodes)
v39 Kawat las untuk las busur listrik pelindung gas (GTAW dan GMAW) v40 Memahami fungsi elektroda terbungkus
v41 Mengetahui kawat las untuk las busur listrik dengan pelindung gas v42 Tes tertulis
v43 Tes lisan
v44 Penugasan

1.5. Mengetahui tentang Desain las v45 Mengetahui jenis-jenis sambungan las, simbol pengelasan, kekuatan sambungan las, tegangan sisa da distorsi dan cacat las dan proses pencegahannya v46 Desain las v47 Mengetahui jenis-jenis sambungan las, simbol pengelasan, kekuatan sambungan las,
v48 Mengetahui sebab-sebab terjadinya tegangan sisa da distorsi
v49 Mengetahui cacat las dan proses pencegahannya

v50 Tes tertulis
v51 Tes lisan
v52 Penugasan

1.6. Memahami prinsip dasar metalurgi las v53 Mengetahui tentang metalurgi las, HAS dalam proses pengelasan v54 Metalurgi las
v55 HAS v56 Memahami tentang metalurgi las pada setiap proses las
v57 Memahami daerah HAS dan mampu menjelaskannya v58 Tes tertulis
v59 Tes lisan
v60 Penugasan



Mengetahui .........................,,........2010
Kepala Madrasah Pengampuh Mata Pelajaran



Drs. Nawawi Rasyid Syamsu Rijal, SPd
NIP. 195303111981031002 NIP. .......................